Meraih Taqwa Dengan Shoum

Dalam kehidupan sehari – hari lekat sekali kita mendengar kata ” Puasa ” Puasa itu dari bahasa Sansekerta (Hindu), yaitu asal kata “Upa” (dekat) dan “wasa” ( Yang Kuasa )  dan beberapa arti lain diantaranya :

a. Menetap, tetap berdiam di suatu tempat.
b. Tetap bergeming, tidak bergerak.
c. Tetap bertekun melakukan sesuatu.
d. Tetap bertekun melaksanakan sesuatu komitmen dengan segala konsekuensinya.
e. Tetap bertekun melaksanakan tuntutan/ syarat ritual dengan menyangkal nafsu-nafsu badani; tidak makan/minum dalam jangka waktu yang ditentukan oleh aturan agama (khususnya: Hindu).

Puasa” dalam pengertian “etimologi”, belakangan dilepaskan dari konteks keagamaan, sehingga sekarang kita mendengar orang bicara tentang “puasa” dalam berbagai konteks, misalnya: Pasien harus “puasa” (tidak makan minum) dari pagi sebelum “pemeriksaan urine” di rumah sakit.

Kalau shoum diartikan dengan puasa, itu baru sampai pada tahap etimologis, sekedar bahasa. Sedangkan hukum syar’i adalah terkait pada terminologinya, bukan pada etimologi. Jadi gunakanlah kata “Shoum” bukan “Puasa”.

Dalam Islam , tujuan yang hendak di capai dari aktivitas shaum adalah mencapai derajat Taqwa,bukan sekedar lapar,haus atau mengekang seks semata, sebagaimana firman Allah SWT,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa “(QS.002/Al-Baqarah :183)

Nabi saw juga menjelaskan bahwa ada sekian banyak orang yang melaksanakan shoum ,namun tidak memperoleh hasil dari shumnya kecuali lapar dan dahaga. Hal ini karena mereka tidak bersungguh- sungguh menjaga nilai – nilai shoumnya, sehingga target peningkatan ketaqwaannya itu tidak bisa tercapai.

Jika kita perhatikan lagi firman Allah di atas,kita dapati “ la’alla” mendahului kata”tattaqun”. Menurut tata bahasa arab, kata la’alla bermakna tarraji, yaitu pengharapan(barangkali) yang mungkin terjadi (optimisme).

Namun , bila kata la’alla itu di sebutkan di dalam Al-Quran dan datangnya dari Alloh SWT, maka dia tidak berrati pengharapan lagi,tetapi berarti kepastian dan kenyataan(hakikat dan yakin).

Ini berarti,jikalau shoum di jalankan dengan baik dan benar maka target taqwa pasti bisa dicapai.

Taqwa adalah bekal hidup yang paling istimewa. Karena itu,Taqwa menjadi nasihat utama yang di pesankan oleh para nabi dan rosul. Alloh SWT berfirman,”

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا

“ Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji”(QS.An-Nisa:131)

Orang yang bertaqwa akan selalu berkata benar, berkata yang menyejukan,bertindak jujur dan adil,bertanggung jawab,sabar,rendah hati,santun,memelihara diri,dermawan,memenuhi janji,tidak pendendam,berkasih sayang, dan sebagainya.

Berbagai bentuk akhlak mulia itulah indikasi Tqawa yang bisa terlihat,karena hakikat Taqwa tempatnya tersembunyi, yaitu di dalam hati nurani yang tidak tampak kecuali bagi Alloh SWT.

Bukan pada bentuk lahir dan aksesories,seperti gamis,baju taqwa(koko),tasbih,sarung,kopiah, dan sebagainya. Rosululloh Saw sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim ,bersabda, “ Attaqwa hahuna “(taqwa itu di sini) “ seraya menunjuk dadanya tigakali.

“Kebenaran hanya milik Alloh “

7 thoughts on “Meraih Taqwa Dengan Shoum

  1. 'Ne mengatakan:

    wah jadi nambah ilmu yang bermanfaat ini🙂

    terima kasih ya..

  2. yisha mengatakan:

    wah, yisha baru tau….
    makasih ya ka…….

  3. rusydi hikmawan mengatakan:

    rujukan terminologi puasa itu dari mana dapetnya, mba? soalnya lain yg saya tahu, dan pernah sy baca. puasa emang dari bahasa sangsekerta, tapi arti yg saya tahu itu merusak diri, berasal dari kata apwasa. beda dg terminolgi dalam islam yaitu shaum berarti menahan diri.

  4. mysukmana mengatakan:

    semoga tidak cuma menahan lapar dan minum saja , selamat berpuasa (salam kenal dan blog walking) dari saya di solo🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s