Tunduk akan hukum – hukum Allah

Di sela mengerjakan rutinitas PR-Ku  yang terkadng membosankan, tapi inilah kenyataan hidup yang harus kita jalan.Mataku tertarik dari sebuah buku yang berjejer di rak buku dengan judul Haqqullahi Ta’ala ‘ibadihi buah karya Yahya bin Musa Az-Zahraani , Buku tersebut sudah ada terjemahan bahasa indonesia nya juga sekarang yang di terbitkan oleh inasmedia dengan judul Hak Allah atas Hambanya.Sudah lama rasanya aku tak membaca buku tersebut ,ku coba membukanya dan membacanya secara acak.Pada BAB II (HAK ALLAH ATAS PARA HAMBANYA ) , Hak kesepuluh : Wajib tunduk kepada Allah , Berhukum Kepada-Nya serta Bersungguh-sungguh mencurahkan jiwa untuk taat Kepada-Nya.

Merupakan hak Allah atas para hamba-Nya adalah wajib untuk tunduk dan taat ke pada-Nya serta menjauhi segala apa yang di larang-Nya.Dan termasuk haknya Allah adalah,tidak beribadah kecuali dengan yang di syariatkan oleh Allah dan Nabi-Nya,kemudian tunduk dan menerima segala yang ada dalam kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.

Dan juga , termasuk hak Allah atas para hambanya adalah berhukum kepada-Nya dan tidak berhukum dengan yang lain-Nya.Sebagaimana firman Allah :

وَمَن لَّمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُوْنَ

“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah: 44)

Pembahasan lengkap tentang ayat ini silahkan lihat

Dan Firman-Nya :

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah,maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.”(Al-Maidah: 45).

Dan Firman-NYa :

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.”(Al-Maidah: 47).

Maka dari itu, tidak boleh berhukum kecuali dengan apa yang telah di turunkan Allah.Dan barang siapa yang berhukum dengan hukum selain Allah melegalkan hukum itu,serta meyakini bolehnya berhukum dengan hukum tersebut, maka ia telah kafir atau melakukan kekufuran ,kezhaliman dan kefasikan yang besar.Dan ia telah kafir menurut kesepakatan seluruh kaum muslimin.

Begitu juga, siapa saja yang berhukum dengan undang-undang positif(buatan manusia) sebagai pengganti dari syariat Allah serta berpandangan bahwa dengan berhukum dengan hukum tersebut di perbolehkan, maka ia telah kafir; karena ia menganggap halal sesuatu yang telah di haramkan Allah.

Adapun orang yang berhukum dengan hukum selain Allah karena mengikuti bahwa hawa nafsunya,karena ia di sogok , atau karena adanya permusuhan antara dirinya dengan orang yang berhukum atasnya(yang menjadi hakim), atau karena sebab – sebab lainnya (sedang ia mengetahui bahwasannya ia bermaksiat kepada Allah,padahal yang wajib bagi dirinya adalah berhukum pada syariat Allah,maka ia adalah pelaku maksiat dan pelaku dosa besar ; karena ia telah melakukan kekufuran,kezaliman dan kefasikan yang kecil.

Keimanan seseorang tidak akan baik kecuali memenuhi 3 syarat :

Pertama: Hendaknya setiap ada perbedaan pendapat ,keputusannya dikembalikan kepada Allah dan Rasl-Nya sebagaimana Firman Allah :

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَومِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa : 59)

Untuk penjabaran ayat ini silahkan lihat di abukarimah.wordpress.com

Dan firman-Nya:

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nya-lah aku kembali.” ( Ass Syura:10).

Kedua : Hendaknya hatinya merasa lapang dengan hukum Allah ini, serta janganlah dadanya terasa sesak dan sempit karenanya.sebagaimana firman Allah :

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجاً مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيماً

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”( An-Nisa :65)
Ketiga : Hendaknya ia menyerahkan dirinya secara sempurna untuk menerima segala hukum yang di wajibkan kepadanya,serta melaksanakan hukum itu tanpa berat hati ataupun ragu-ragu .Sebagaimana firman Allah :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”(Al-Ahzab:36)
Dan firman-Nya :

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(An-Nur :51)
Maka ,wajib bagi kita untuk tunduk dan menerima segala apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nnya (Al-Qur’an) dan apa-apa yang di bawa Nabi-nya,serta meninggalkan hukum lainnya,yaitu undang – undang positif yang di buat oleh manusia ; karena undang -undang tersebut tidak akan terlepas dari kesalahan, penyimpangan dan keberpalingan ; dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah.
Nabi telah menjelaskan ,bahwa beliau telah meninggalkan sesuatu yang menjadi petunjuk bagi  ummat ini.Apabila petunjuk ini di pegang teguh dan di laksanakan secara konsisten, maka engkau tidak akan tersesat selama -lamanya. Dan beliau menjelaskan petunjuk itu dengan sabdanya: Kitabullah ( Al-Qur’an) dan sunnahku.”
Maka , Apabila seorang mukmin mendengar seruan untuk berhukum dengan hukum Allah dan hukum nabi-NYa,maka wajib baginya tunduk dan ridha pada kedua hukum itu(tunduk dan ridha ) ia lakukan,keculi karena membenarkan firman Allah yang berbunyi :

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(An-Nur 51)

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.(An-Nur 48)
Barang siapa yang berpaling dari hukum Allah dan Rasulnya , maka ia telah menzhalimi dirinya sendiri , jauh dari Allah dan dekat dengan syaithan,serta jauh dari surga dan dekat dengan neraka.Sebagaimana firman allah :

وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَ

Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.(An-Nur 49).

وَإِن يَكُن لَّهُمُ الْحَقُّ يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ

Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh.(An-Nur 52)

أَفِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ بَلْ أُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.(An-Nur 50)
Maka, juga termasuk kewajiban bagi setiap mukmin adalah,mencurahkan segenap jiwanya ; sehingga ia bisa konsisten dalam keta’atan terhadap Rabb-nya .Apabila ia melihat dirinya tidak bersemangat serta bermalas-malasan untuk mengerjakan kebaikan,maka hendaknya ia berupaya untuk memerangi dan membenci sikapnya itu dengan segenap kemampuannya.

Sebenarnya bahasan ini masih berlanjut tapi berhubung tangan sudah rada pegal untuk menuliskannya sementara saya terbitkan dahulu.

Kesimpulan yang dapat kita ambil hikmahnya adalah ” Segala sesuatu bentuk yang di katakan ibadah kita harus merujuk semuanya kepada Al-Quran dan sunnah yang sebenarnya, dan jangan sampai kita terjerumus ke dalam kemaksiatan, mengganggap apa yang kita lakukan adalah ibadah padahal bukan.

13 thoughts on “Tunduk akan hukum – hukum Allah

  1. cumakatakata mengatakan:

    semoga kita dapat menyesuaikan garak-gerik kita sesuai yg dikehendakiNya,,,,,,

  2. Hijaukubumiku mengatakan:

    Aminnn.. salam kenal🙂

  3. kangyaannn mengatakan:

    terima kasih atas pencerahanya…..
    semoga kita semua termasuk dari golongan orang yang bertaqwa…

  4. HALAMAN PUTIH mengatakan:

    Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kepada siapa lagi kita tunduk kalau tidak kepadaNYa. Apa yang menjadi hak Allah adalah menjadi kewajiban kita manusia. Mudah2an kita bukan termasuk golongan orang2 yang ingkar.

  5. H Onnie S Sandi SE mengatakan:

    Luar biasa ditengah kesibukan rutin, masih meluangkan waktu untuk salaing berbagi kebaikan…..teus berkarya …

  6. Gmc Paradise mengatakan:

    Sist untuk menjalin silaturahmi antar sesama, salam kenal dari Gombong Motor Community (GMC). untuk lebih lengkapnya kunjungi web kami di http://www.gombongmotorcommunity.com
    kalau boleh kita tukaran link
    Trim’s
    mampir Sist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s