Menguji Kadar Ke Fitri-an Kita

 وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“….Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang di berikan kepadamu,supaya kamu bersyukur.”( QS.Al Baqarah:185)

14 hari berlalu ramadhan dari hadapan kita, tak jemu rasanya mengagungkan bulan itu.Senang sekali kita bertemu dengan suasana Idul Fitri .Suasana bahagia ,senyum ,wajah-wajah ceria ,senyum dan tawa terkembang di mana-mana .Semua orang merasa senang , karena telah memperoleh kemenangan. Memang melawan hawa nafsu,yang berhasil di taklukkan dengan Shaum sebulan lamanya.

Benarkah kita sudah menang? Benarkah kita telah mampu menaklukan hawa nafsu? Ataukah kita hanya tertipu ,karena yang terjadi hanyalah berlalunya waktu,sementara kita tidak berhasil menjadi sesuatu yang baru?

Takluknya hawa nafsu berarti kemenangan qalbu.Idul Fitri sejatinya merayakan sucinya hati, bukan sekedar bulan yang berganti.Kalu itu yang terjadi ,maka sungguh-sungguh kita telah tertipu,seperti kisah seorang raja yang telanjang tapi mengaku telah berpakaian.

Nah, agar kita tidak tertipu,marilah kita uji kadar ke-“fitri“-an hati kita dengan beberapa hal berikut ini :

Pertama ,Cinta Ibadah , Benci Maksiat.Hati yang suci di tandai dengan munculnya dua hal yang berlawanan; kecintaan kepada ibadah di satu sisi,dan kebencian kepada segala bentuk kemaksiatan di sisi lain.Qalbu yang telah kembali fitri akan terpancar dari sikap pemiliknya saat menghadapi ibadah dan maksiat.Ia akan merasa sedih jika sekali terluput dari kesempatan meraih pahala dengan melakukan amal soleh,dan ia akan menyesal apabila terlanjur berbuat khilaf dan ia pun akan bergegas melangkah taubat.

Berbeda sekali keadaannya dengan orang yang hatinya kotor.Betapun banyaknya ibadah yang ia tinggalkan tidak pernah membuatnya menyesal, apalagi bersedih.Begitu pun dengan perbuatan dosa.Meskipun sudah menumpuk,tetap tak membuat hatinya gundah ,tetap merasa tenang dengan dosa-dosanya .Bahkan seringkali ia malah bangga dengan perbuatan keji yang di lakukannya. Na’udzu billah..

Kedua, Syukur nikmat , Sederhana memenuhi kebutuhan.Hati yang suci juga di cirikan oleh kemampuannya mensyukuri dalam menggunakan nikmat Allah sesuai dengan kehendak Allah. Dan,yang di kehendaki Allah adalah agar manusia memenuhi kebutuhan hidupnya,tidak berlebih-lebihan dan juga tidak pelit.

Qalbu yang jernih mampu membedakan mana yang merupakan kebutuhan, dan mana yang hanya sekedar keinginan saja.Dan dengan bimbingan Allah  ia akan memanfaatkan rizki Allah untuk memenuhi kebutuhannya saja.Sementara,si hati kotor akan berusaha meraup semua yang dia inginkan, tak peduli apakah ia bermanfaat atau tidak.

Dengan sikapnya yang sederhana dalam memenuhi kebutuhan itu,pemilik hati yang suci akan melesat mencapai derajat tinggi di sisi Allah,Juga memperoleh kehormatan di tengah manusia .Sementara,si tamak justru akan terjerumus dalam jurang kehinaan,baik di mata manusia apalagi di hadapan allah.Menuruti segala keinginan dengan tidak di dasari sesuai kebutuhan akan menyuburkan benih ketamakan. Dan begitu ketamakan itu tumbuh ,kehinaan akan tumbuh bercabang – cabang.Menuruti keinginan itu tidak akan pernah memuaskan.

Ketiga, Bahagia melihat orang bahagia,Menderita menyaksikan orang lain menderita.Hasad atau dengki itulah penyakit yang menjangkiti siapapun yang hatinya belum fitri .Ia tidak akan rela menyaksikan orang lain yang memperoleh jatahnya dari Allah,dan selalu menginginkannya agar kenikmatan itu beralih padanya.Akan tetapi,bagi orang yang telah benar-benar fitri ia justru akan rela hatinya di sibukan oleh sesuatu yang bukan haknya.Ia mampu melepaskan jerat iri dari qalbunya , karena yakin bahwa setiap mahluk telah di tetap akan bagiannya dalam kehidupan dunia.

Disisi lain, orang yang berhati suci akan turut menderita menyaksikan derita yang menimpa orang lain. Perasaannya akan tetap seperti itu , baik terhadap orang yang di cintainya, ataupun orang yang tidak di kenalnya.Hati yang bersih penuh dengan empati. Dan ia tidak berhenti di situ , tetapi di lanjutkan dengan perbuatan nyata, yaitu berbagi dan peduli.

Sebaliknya , pemilik hati kotor justru akan bertepuk tangan menyaksikan orang lain yang di timpa bencana.Bukan sibuk menolong , ia malah asyik menonton. kalupun tidak tertawa , paling tidak di hatinya terbetik rasa syukur karena bukan dirinya yang tertimpa musibah itu.Kalaupun ia mengulurkan bantuan itu hanya untuk kepentingan pribadinya atau kepentingan politik belaka.Uluran bantuan di jadikan kedok untuk meluruskan segala keinginannya.

Wallahu ‘alam bishshawab

Sumber tulisan dari risalah  Ar-raudah No.53 // Tahun II// 13 Syawal 1433H.

19 thoughts on “Menguji Kadar Ke Fitri-an Kita

  1. Gusti 'ajo' Ramli mengatakan:

    Tools yang tepat untuk menguji kemengan kita selepas bulan suci ramadhan..🙂

  2. Ilham mengatakan:

    yang saya di akhir2 bulan puasa memang berat. tapi Alhamdulillah saya berhasil melewatinya. semoga kita termasuk yang mendapatkan hikmah dari bulan ramadhan ya.

  3. bintangtimur mengatakan:

    Yup, ngak mudah mengukur kadar ke’fitri’an yang kita miliki setelah ramadhan berlalu. Tapi yang pasti, mudah-mudahan kepekaan kita untuk melakukan banyak hal positif semakin bertambah🙂

    Selamat lebaran juga ya, mohon maaf lahir dan batin!

  4. rajacolek mengatakan:

    Ijin berkunjung mbak hehehe..mlm2 datang bertamu sekedar silturahmi..di tunggu kunjungan baliknya..:-D

  5. Sri Rizky mengatakan:

    Sangat dan sangat tersanjung sekali mendapat kehormatann tamu agung…🙂
    Mana kue lebaran sudah habis lagi…
    Insya Allah nanti berkunjung sekarang mau packing langsung meluncur ..
    Itu juga kalo ga kehabisan tiket pesawatnya😀

  6. giewahyudi mengatakan:

    Setelah melewati ujian kita memang perlu menilai sampai dimana kemampuan kita..

  7. sweetyvinz mengatakan:

    semoga saya termasuk orang yang syukur nikmat dan cinta ibadah… amiin

  8. Ely Meyer mengatakan:

    bersyukur itu penting sekali ya mbak

  9. HALAMAN PUTIH mengatakan:

    Berlalunya Ramadhan dengan Idul Fitri tetaplah akan selalu dirindukan dan dinantikan oleh orang2 yang beriman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s